Kami berfokus pada pilar utama untuk mempercepat transformasi spiritual dan kepedulian lingkungan nasional.
Program pendampingan pesantren ramah lingkungan dan edukasi konservasi bagi santri.
Kajian rutin tafsir Al-Quran dengan pendekatan sosiologis, ekologis, dan kemasyarakatan.
Mengetuk Pintu Langit, Membaca Tanda Semesta, Menyucikan Jiwa
Ruang harmoni bagi anak muda, komunitas, kreator, dan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, dan tumbuh bersama.
Kajian rutin jamaah NUO setiap senin dan kamis subuh
Untuk mewujudkan peradaban Indonesia yang lestari, toleran, dan damai, Nasaruddin Umar Office (NUO) mengintegrasikan 3 kerangka strategis gerakan utama:
Mencetak mufasir dan dai berwawasan ekologi, kebangsaan, dan moderasi spiritual.
Penerapan teknologi ramah lingkungan dan kurikulum hijau di lembaga pendidikan.
Advokasi sekretariat kebijakan publik dan jejaring kemitraan filantropi global.
Saksikan video selengkapnya untuk mengenal lebih dekat visi, misi, dan kerangka kerja spiritual yang diperjuangkan oleh Nasaruddin Umar Office.
Beliau mendedikasikan hidupnya untuk menyuarakan Islam moderat yang inklusif, toleran, dan peduli terhadap kelestarian bumi semesta. Melalui gagasan Ekoteologi, beliau menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari keimanan yang tak terpisahkan.
"Ketika kita merusak alam, kita sedang merusak lembaran ayat-ayat Allah yang terbentang di jagat raya."
Temuan orisinal dan kajian akademis teologi lingkungan kontemporer oleh tim peneliti NUO.
Membahas relevansi pendekatan tasawuf sosial dalam menjembatani konflik kepemilikan tanah dan kelestarian ekologis masyarakat adat.
Menganalisis secara mendalam pemikiran KH. Nasaruddin Umar mengenai interpretasi kosmologi Al-Quran dan penerapannya di era modern.
Ikuti catatan pemikiran tafsir kontemporer, kajian ekoteologi, dan artikel terbaru dari tim ahli NUO.
Sukses yang dicapai Nabi Muhammad SAW di dalam mengendalikan dunia Arab ketika itu karena antara lain beliau menekankan arti pendidikan dan keterampilan. Hak memperoleh pendidikan terbuka bagi laki-laki dan perempuan, baik muslim maupun non-muslim.
Di dalam kitab Al-Sirah al-Nabawiyah, jilid II, hal. 426-428, karya Ibn Hisyam, salah seorang ahli sejarah muslim terkemuka menjelaskan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW menerima kedatangan tamu tokoh lintas agama berjumlah 60 orang.
Nabi Muhammad saw. selalu berpesan kepada para prajuritnya, jika terjadi peperangan jangan sama sekali merusak rumah-rumah ibadah. Penguasaan dunia Islam terhadap wilayah-wilayah non-muslim hampir tidak terdengar ada rumah ibadah yang dirusak, dirobohkan, atau dibakar.